pembaharuan dibidang puisi, siapa tokohnya
dan sebutkan karyanya !
Peta perpuisian Indonesia berhenti di tangan Sutardji. Penggebrakan
generasi sebelumnya terasa belum banyak berarti. Afrizal Malna yang dianggap
lokomotif Angkatan 2000 di bidang puisi, hanya mencari kedalaman kata. Gejala
mempengaruhi antargenerasi memang kerap terjadi, dalam bidang apapun.
Bisa dilihat, bagaimana Afrizal yang mengakui dirinya terpengaruh sajak
Goenawan Muhammad, di awal kepenyairannya. Hal ini, berbeda dengan dunia Cerpen
atau agar lingkupnya lebih luas, saya lebih enak menyebutnya sebagai dunia
prosa. Gaya kepenulisan yang disuguhkan senantiasa berbeda.
1.
Afrisal Malna
Sajak :
a.
Abad yang Berlari (1984)
b.
Mitis-Mitis Kecemasan (1985)
c.
Yang Berdiam dalam Mikropon (1990)
d.
Arsitek Hujan (1995)
e.
Kacung dari Taman (1999)
f.
Yang tak Bersih (2000)
2.
Seno Gumira Ajidarma
Sajak :
a.
Granat dan Dinamit (1975)
b.
Mati Mati Mati (1975)
c.
Bayi Mati (1978)
3.
Dorothea Rosa Herliany
Puisi :
a.
Mimpi Gugur Daun Zaitun (1999)
4.
Gustaf Sakai
Puisi :
a.
Sangkar Daging (1997)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar